my big family...photos ni masa ayah dan bonda baru berkahwin.

my big family...photos ni masa ayah dan bonda baru berkahwin.

my big family...

my big family...

my big family...

my big family...
Memaparkan catatan dengan label sajak. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label sajak. Papar semua catatan

Selasa, 8 November 2011

aku

Sekarang..
Kamu bisa menolak
Kamu bisa membenci
Kamu bisa mempermainkan
Kamu bisa menuduh
Kamu bisa mencaci maki
Kamu bisa angkuh
Kamu bisa menyiksa
Kamu bisa menghancurkan hatiku
Tapi tidak untuk suatu saat nanti..
Ketika semua telah mati
Ketika semua dihidupkan kembali..
Suatu saat nanti..
Aku akan mencarimu
Aku akan menemukanmu
Aku akan mendekatimu
Hingga aku tepat didepanmu..
Suatu saat nanti..
Kulihat matamu
sayu, tidak sebinar dulu
Ku lihat mulutmu
rapat, tak sebesar dulu
Ku lihat lidahmu
Kelu, tak setajam dulu
Ku dengar suaramu
Lirih, tak selantang dulu
Suatu saat nanti..
Matamu akan melihat terang
Mulutmu akan berkata apa adanya
Hatimu tak akan berdusta
Tanganmu tak bisa membantu
Kakimu tak bisa berlari
Wajahmu tak bisa berpaling
Suatu saat nanti..
Aku akan bertanya padamu :
“Apa yang telah kamu lakukan dulu ?”,
“Ada apa di hatimu ?”,

“Sedangkan kamu sadar, sedangkan kamu tahu,
kamu melukaiku ?”.
Suatu saat nanti..
Kamu akan berlutut seraya berkata :
“Aku telah berpura-pura”,
“Aku telah bersandiwara”,
“Aku telah berdusta”,
“Maafkan aku”,
“Sebenarnya aku rapuh, saat membutuhkanmu”,
“Sejujurnya aku menangis bila rindu”,
“Aku sungguh menyayangimu”,
“Aku benar benar mencintaimu”.
Suatu saat nanti..
Aku raih tanganmu
Aku dekap erat tubuhmu
saat air matamu berlinang perlahan
berderai, luruh berjatuhan
menimpa dan menyatu
dengan airmataku dulu..

secarik kertas berisi puisi

Ada seorang remaja. .
Yang baru belajar sastra. .
Ia tertarik akan puisi. .
Dan ingin membuat sebait indah sajak untuk pacarnya. .
Karena dia hanya mengerti sedikit soal sastra, berpayahlah ia menyusun puisi. .
Semalaman ia berfikir. .
Namun hanya jadi sebaris kata. .
Yang masih sederhana. .
Dalam hati ia berkata “Begitu sulit merangkai kata. . ”
Seharian ia berfikir. .
Namun akhirnya ia menyerah pula. .
Dibuangnyalah secarik kertas berisi puisi yang belum jadi itu. .
Entah kemana terbangnya secarik puisi itu. .
Mungkin terbawa angin sampai tinggi. .
Tuk dibaca burung-burung. .
Atau mungkin terbuang ke tempat sampah. .
Tuk dibaca oleh pemulung. .
Itupun bila tak robek. .
Entah mungkin terbawa angin.
Menuju negeri yang dingin. .
Mungkin ke kutub utara. .
Entahlah apa jadinya secarik kertas itu. .
Entah apa jadinya sebaris puisi itu. .

bayi yang terbuang

Chating bermula lambat-lambat,
kemudian nak jumpa cepat-cepat,
Berjabat tangan kejap-kejap,
Mata bertentang hati terpikat,
Syaitan mula mengambil tempat,
Mulalah duduk rapat-rapat,
Pinggang dipeluk erat-erat,
Jantung mula dup-dap dup-dap,
Mula lupa ibu bapa dan masyarakat,
Hilang terus agama dan adat,
Buatlah apa yang ingin dibuat,
orang lain bukannyer lihat,
Lama-lama perut kempis jadi bulat,
Mulalah gelabah fikiranpun singkat,
Anak dipaksa keluar tak cukup sifat,
akhirnya di buang merata tempat.